Jumat, 30 Desember 2011

Untukmu ksatria november

Rindu mengantar padanganku di sore ini.
Saat jejak-jejak waktu terurai bersama gerimis putih.
Syairku terkubur pada sebuah ungkapan, lalu mati berkafan bingkai zaman.

Pilu bertasbih, duka berdzikir.
Kalbu berpetuah, untuk sebuah persembahan cinta kala kembang purnama merekah indah.
Haramkah…rasa yang hinggap di hati ini, yang begitu lebat mengguyur hati.
Menumbuhkan cinta dan kerinduan pada sang Rabbul‘Izzati.
Haramkah…rasaku, jika merindukan surga-NYA bersama-mu.

Rinduku berpetuah “Aduhai kuatkanlah ”. Dukaku menggunung emosiku membuncah, kala melihatmu dalam sebingkai gambar ..
Sepi mengguyur, sesal menerpa. Nalarku meronta, akalku luruh tersentuh air mata kemudian basah.
Cintaku berada diantara lantunan rindu yang tak bermata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar