Jumat, 27 April 2012

Dan sekarang


Kapankah sebenarnya kamu mulai mencintaiku?

Aku terdiam beberapa saat. Berpikir. Membayangkan bagaimana  kau meraih tanganku. Dan kini, jari-jarimu mengisi ruang-ruang kosong di sela-sela jemariku.

Kapan kamu mulai mencintaiku?” Aku mencoba mempertanyakannya lagi.

Aku tertawa kecil. Kepalaku berguncang. Bahuku berguncang. Dadaku berguncang. Perasaanku—juga berguncang: Aku tertawa.

Sekarang kah ?” tanyaku . Aku tak bisa menebak ekspresimu, aku tak bisa melihat wajahmu ,aku bahkan tak lihai membaca hatimu.

Tidak bisa  sekarang kah ?” Aku mengajukan pertanyaan berikutnya. Batinku.

Kita tak bisa kembali ke masa lalu. Dan kita tak tahu apapun yang akan terjadi di masa depan.” batinku.

Setiap hari,adalah hari di mana aku mulai mencintaimu. Seperti sekarang.

Aku ingat saat kau melingkarkan lenganmu ke pundakku. Kau sandarkan Kepalaku makin dalam di pundakmu.

Kalau mesin waktu benar-benar ada, dan kita bisa kembali ke masa lalu, aku ingin mendarat di episode saat kita pertama kali bertemu. Aku ingin mendapatkannya lagi: the biggest big bang in my heart.” Batinku.
Aku menggeleng. “Tidak ! Aku tidak mau,” .

Aku terdiam.

Aku tak perlu kembali ke masa lalu atau mengandaikan masa depan untuk mencintaimu. Aku mencintamu, sekarang.” Aku menegaskan.

Aku tersenyum.

Lalu Apakah sekarang  aku masih mencintaimu ?

Dengan penuh percaya diri. Sejak awal, rasanya aku tak lagi membutuhkan masa lalu atau masa depan untuk berani mencintaimu.

Aku ingin memberitahukan sebuah rahasia,jika saja kau mendengarnya saat ini ” .


Jika ‘sekarang’ tidak ada: Tidak ada aku. Tidak ada kamu. Tidak ada kebersamaan kita. Tidak ada waktu. Tidak ada dunia. Tidak ada semesta. Tidak ada kenyataan. Itulah sebabnya aku mencintaimu: Sekarang.


To tell you I'm sorry,You don't know how lovely you are,I had to find you to tell you I need you to tell you I set you apart . Tell me your secrets or ask me your questions,Oh let's go back to the start running in circles or coming up tails heads on a silence apart .

Nobody said it was easy,It's such a shame for us to part ,Nobody said it was easy.  No one ever said it would be so hard . I’m going back to the start .

I was just guessing at numbers and figures,I was pulling your puzzles apart questions of science; science and progress, Do not speak as loud as my heart, So tell me you love me Oh, come back and haunt me
Oh and I rush to the start ,Just running in circles, comming our tails coming back as we are ..



Rabu, 25 April 2012

SECONDHAND SERENADE MENYAPA PENGGEMARNYA DI JOGJA

Jogja – Dalam rangkaian tour yang ke-3 kalinya di Indonesia, akhirnya SECONDHAND SERENADE menyempatkan diri singgah di Kota Jogja. Tahun 2009, awal 2011 dan momen kali ini di bulan Mei 2012, John Vesely selaku pendiri SECONDHAND SERENADE hadir menyapa Serenaders (sebutan penggemarnya-red) di Kota Gudeg. Meski beberapa tahun terakhir Jogja sangat jarang dikunjungi musisi luar negeri, seperti halnya John Vesely dari California ini. Namun, sepertinya keinginan menyapa penggemar dan sekaligus menghibur Seerenaders mampu mengantarkan SECONDHAND SERENADE ke Jogja.
SHS
Idioconcept sebagai promotor yang menghadirkan SECONDHAND SERENADE mencoba mengobati hasrat penikmat konser musik dari band luar negeri di Jogja. “Meski sangat jarang disinggahi musisi luar negeri kenamaan, namun Jogja adalah kota dengan pasar musik yang besar, dimana salah satunya Serenaders juga berasal dari kota ini. Harapannya, tidak perlu jauh2 untuk menonton John Vesely sampai ke Jakarta atau Bandung, kami coba dekatkan SECONDHAND SERENADE dengan penggemarnya di Jogja” ungkap Bangkit Ridwannadi selaku Managing Director Idioconcept.
Single hits yang sempat melejit melalui lirik-lirik apik seperti  “Your Call” di Album Awake (2007), “Fall for You” di Album A Twist in My Story (2008), dan “Something More” dalam Album Hear Me Now (2011) serta “You and I” di album terbaru bertitle Weightless (2012) akan disuguhkan melalui konsep “Full Concert”. Lirik dalam lagu yang dominan digemari remaja dan kawula muda sekiranya mampu menghanyutkan suasana konser yang akan digelar pada tanggal 5 Mei 2012 di Sportorium UMY Jogja.
John Vesely dengan project Rock Solo Akustik-nya dibawah bendera SECONDHAND SERENADE akan kembali menyuguhkan performa terbaiknya bagi penggemarnya yang dominan dari remaja putri. Memang lirik dalam lagunya yang mampu membawa suasana galau, meski genre yang dibawakan dominan ke musik rock, namun John Vesely mampu menyuguhkannya dengan apik dalam setiap konsernya, welcome back John!. (Rry)

Partikel


Anda tak pernah tahu tuan, setahun belakangan saya hormat kepada anda, menjaga tawadhu' dan menanam simpati kepada anda, ingin saya tepis suara-suara sumbang itu, pun membungkam mulut mereka satu persatu, entah karena saya malu atau kecewa. . . .
Dan kalau kau tanya apa yang kuinginkan, aku ingin kau di sini bersamaku, seumur hidupku. Aku ingin kau belajar dan akhirnya benar-benar mencintaiku, mungkin tidak akan pernah sedalam dan separah cintaku kepadamu,mungkin aku pencemburu ulung. . . tapi aku bukan aktris papan atas yang mampu berakting di tengah-tengah kemelutnya. . . .tapi setidaknya kita tidak lagi  hanya sekedar biasa saja begini, tapi bersanding kembali denganmu. Aku ingin mencintaimu lebih dari yang pernah kutunjukkan..-

aku mencintaimu.

Aku telah berada di atas ambang normal sebagai manusia, aku lelah.. aku harus bertahan, dan akupun tak mau dikendalikan... aku tak bisa membedakan sedikitpun ,apa itu isyarat suara iblis atau malaikat yang mengunjungi mimpiku semalam, terlalu abstrak. . . .

Aku dan kamu bagai rangkaian robot abu robocon, meski tersusun dari berbagai macam kabel warna yang rumit, tapi kita punya 1 tujuan: mengaktifkan semua komponen yang kita punya yakni RASA.
Bagaimana kita bertemu tak bisa diukur dengan voltase apapun, ukuran kilomegawatt, omega bahkan arus ACDC bolak-balik. kita adalah sepasang bilangan biner 1 dan 0 yang jika dibagi tak akan pernah bisa terbatas.

Dan aku berterimakasih pada Rabb ku yang telah menegur dengan halus, :) sangat halus. . . terlalu halus untuk ukuran seorang hambaNya yang selalu ingkar. .

Kamis, 05 April 2012

Ga ada namanya nangis ! ga ada cengeng ! ga ada namanya sedih sedih lagi !

See

Aku masih cukup terdiam dalam sunyi . Tak kubiarkan sedikitpun mereka menyentuh ruang pikirku . Biarkan saja mereka bergulat dengan prasangkanya sedangkan aku ? aku masih tetap terdiam dan berfikir sendiri . Lantas kenapa ,ada apa dengan jiwaku sekarang ? Karena hatiku tak percaya pada siapapun tak pernah dan tak akan . Sendiri . Kompromisasiku sudah cukup dan biarkan aku survive dengan jalan yang aku pilih sekarang . Terdengar cukup kejam memang karena pada saat itu aku takkan memikirkan hati siapapun . Maaf ,mungkin terdengar seperti dendam kesumat tapi ini lah aku !