Harusnya aku bahagia mendapat pesan lewat facebook malam ini ,namun mengapa
aku harus menangis histeris membaca isi pesannya ? mengapa kau biarkan aku
jatuh lagi ? mengapa ? jelaskan padaku mengapa ?
Padahal semenjak aku mengenalnya setahun lalu entah seperti ada kekuatan
hebat di balik sorot matanya yang membuatku tak berdaya jika berada di
dekatnya. Belum pernah ku rasakan perasaan istimewa terhadap lawan jenis .
Sampai detik ini aku masih tak habis pikir, beribu cara ku gencarkan untuk
meleburkan segala perbedaan itu, begitu pula aku mencoba untuk menyesuaikan
segala kondisinya. Semua orang berkata bahwa aku terlalu baik untuknya.
Seharusnya ku cari laki-laki lain yang lebih pantas untuk menemaniku dan
menjadi pasanganku. Namun bagiku tak ada laki-laki yang lebih ku inginkan di
banding dia. Begitu banyak bisikan nyinyir tentang aku dan dirinya. Semua orang
,aku hanya menjawab semua pertanyaan mereka dengan kalimat, “ kalian belum
mengenalnya”. Selama ini dia pikir aku tak mau membagi masalahku dengannya
karena memang selama ini aku menyembunyikannya. Awalnya aku hanya tidak ingin
menjadi beban pikirannya. Aku tak ingin dia melihatku sedih,sakit bahkan
tertekan. Ice cream ,jika aku selalu memintanya untuk membeli ice cream tanpa menyadari alasanku menyantapnya. Harusnya
dia menyadarinya,semenjak bersamanya aku tidak lagi terlalu banyak memakan ice
cream. Dia bagaikan ice cream bagiku,jika boleh .. selamanya aku ingin
bersamanya agar tak ada lagi ice cream yang masuk ke dalam mulutku. Ku tunggu
dia hingga dia mengerti apa keinginanku ..
Aku tau konsekuensinya semenjak aku memutuskan untuk bersamanya dan saat
ini aku hanya mampu berdiam,banyak hal yang menggoda pikiranku saat ini.
Kemarin aku pergi dengan perasaan campur aduk membayangkan semua kejadian hari
itu, jika Tuhan memberikan umur yang cukup panjang dan aku tak lagi bertemu
dengannya .. dia yang mengisi hari-hariku selama setahun lebih .. ada rasa
sedih yang mendalam tentang situasi sekarang, ketika semuanya telah berubah.
Begitu pahit.
Boleh tidak aku menanyakan satu hal kepadamu ? tolong jelaskan kepadaku
mengapa harus aku yang mengalami semua ini ? muak rasanya aku harus
bersinggungan dengan ini. Aku punya hati yang menginginkan hal manis bagi
hidupku, aku punya hati yang merindukan kedamaian bukan terpaan rasa sakit yang
membuat batinku ikut merasakannya. Hupfff .. saat perubahan pada dirimu
terlihat semakin nyata yang bisa ku lakukan hanya sedikit mengerti akan
keadaanmu setidaknya aku tak ingin semakin membawa kesedihan di raut wajahmu.
Ku coba sebisaku mengguratkan senyuman di wajahmu. Namun rasa penasaranku untuk
mengetahui sudah tak terbendung walaupun konsekuensi akan rasa takut
ditinggalkan. Toh pada akhirnya memang begitu.
Ingin rasanya bertemu meski hanya sebentar untuk mengucapkan rasa
terimakasihku untuk hari-hari berharga yang ku lalui bersamanya. Ingin rasanya
bercerita bahwa hidupku menyenangkan bersamanya. Ingin rasanya mencari tahu
dari mulutnya adakah ‘Fifi-Fifi’ lainnya kini di hidupnya ? Ingin rasanya
berbisik di telinganya mengatakan, “ Aku mencintaimu..sangat mencintai”. Aku
bergumam lirih dalam nyanyian kecil saat membayangkan cara menemuinya. Ku buka
catatan bait lirik lagu yang menceritakan sosoknya. Yang ku persembahkan
instrument lagu itu untuk mengungkapkan terimakasih tak terhinggaku. Ku
pejamkan mata mencoba berkonsentrasi mengingat wajahnya sambil berbisik dalam
kepalaku, “Walau masih sekedar instrument, yang harusnya aku nyanyikan tiap
bait liriknya karena belum cukup danaku untuk merekamnya namun ku dedikasikan
untukmu....”Tersenyum lepas ku hembuskan nafas lega, semoga dia bisa
mendengarnya..semoga dia bisa mngerti walau sekali, cukup satu kali saja. Lagu yang ku beri judul “Ksatria November” ,
butuh konsentrasi penuh untuk menulis tiap baitnya membayangkan sesosoknya dan
karena sebenarnya aku masih saja ke berharap dia datang menemaniku bersama-sama
menyanyikan lagu ini, tak ada salahnya bukan ? Seorang manusia sepertiku
menaruh harapan pada sesuatu yang mungkin tidak bisa ku dapatkan atau entahlah.
Tak akan pernah kau sadari
Tlah terbentuk sebuah hati
Di suatu kota di suatu tempat
Dalam lirik ini masih ku berharap dia benar-benar ada disampingku lagi
memberikan semngat khasnya yang tak pernah bisa luntur dari kenanganku. Ku
nyanyikan sepenuh hati hanya agar dia tahu betapa kuatnya ingatanku akan
sosoknya yang benar-benar egois,menyebalkan dan selalu memberikanku sebuah
debar yang mampu membuat hari-hari di hidupku di penuhi warna pelangi yang
menyenangkan. Ku nyanyikan lagi lirik selanjutnya dengan penuh konsentrasi.
Sejak di awal bulan itu ,kau menyapaku
Tersipu malu menatapmu
Aku dapat merasakan mataku yang menghangat karena airmata..tak
mengapa,setidaknya dengan tulus ku coba persembahkan karya ini untuknya.
November..November menghadirkan ksatria november untukku
Layaknya sebuah dongeng penuh makna
Selanjutnya adalah part yang paling kusuka, menyanyikan sepetik lagu. Lagu
yang ku coba ciptakan sendiri.
Oh rain forest make me so brightly
November..November..November
I’m in love with you
Everything is so special with you
Mungkin dengan begini aku
yang kehilangan bisa sedikit terobati. Kini aku tahu mengapa hatiku terasa
begitu sepi,mungkin bisa saja ini ku sebut sebagai sebuah awal dari kehidupanku
yang sebenarnya,tak ada warna abu dan hitam,semua warna pelangi terkandung di
dalamnya. Aku siap menjalani kisahku yang tak bisa ku bayangkan bagaimana
lekuknya nanti.
Mungkin kau sudah jengah
dengan tingkahku yang selalu ku perlihatkan padamu. Kau menjadi bagian hidupku
selama hampir setahun lebih ini. Cukup banyak hal yang bisa ku ingat jika ku
luangkan waktuku hanya untuk sekedar melihat album foto kita. Banyak hal yang
membuatku malu karena mungkin aku terlalu banyak berbuat salah dan jahat
padamu. Aku malu mengetahui betapa kekanakkannya diriku yang seharusnya sikapku
tak seperti itu. Aku belum sepenuhnya menjadi perempuan dewasa. Secara fisik
mungkin terlihat sangat dewasa namun secara sikap aku masih saja merasa sangat
kekanakkan. Namun ada yang berbeda dari cara pandangku. Kini, sebisa mungkin ku
nikmati semua proses yang terjadi dalam kisah hidupku. Tuhan mungkin memang
menuliskan jalan hidup bagiku, tapi Dia masih memberiku kesempatan untuk
menjalaninya sesuai inginku. Jika aku terjatuh terperosok hingga tak mampu lagi
bangkit, itu semua salahku.. bukan salah sapapun.
Semuanya berangsur
menghilang, aku merindukan masa-masa itu. Mungkin suatu saat masa-masa itu akan
datang seperti dulu lagi. Aku ingin menikmatinya dengan baik hingga lekang
dalam kepalaku semua warna yang sedang kunikmati. Mungkin nanti ada masa dimana
akhirnya aku kembali sendiri tanpa di dampingi siapapun,mencoba merangkai kisah
hidupku dan aku sangat berharap..saat itu kau mau kembali setia mendampingiku.
Untuk kali ini ku ijinkan kau beristirahat dalam waktu yang tak bisa ku ketahui
dan ku tentukan. Yakinkan aku kembali jika kau memang benar adanya ..
Aku yang begitu
mencintaimu ..
Aku yang bahagia bisa
menjadi wanitamu ..
EI
















