Rabu, 25 April 2012

Partikel


Anda tak pernah tahu tuan, setahun belakangan saya hormat kepada anda, menjaga tawadhu' dan menanam simpati kepada anda, ingin saya tepis suara-suara sumbang itu, pun membungkam mulut mereka satu persatu, entah karena saya malu atau kecewa. . . .
Dan kalau kau tanya apa yang kuinginkan, aku ingin kau di sini bersamaku, seumur hidupku. Aku ingin kau belajar dan akhirnya benar-benar mencintaiku, mungkin tidak akan pernah sedalam dan separah cintaku kepadamu,mungkin aku pencemburu ulung. . . tapi aku bukan aktris papan atas yang mampu berakting di tengah-tengah kemelutnya. . . .tapi setidaknya kita tidak lagi  hanya sekedar biasa saja begini, tapi bersanding kembali denganmu. Aku ingin mencintaimu lebih dari yang pernah kutunjukkan..-

aku mencintaimu.

Aku telah berada di atas ambang normal sebagai manusia, aku lelah.. aku harus bertahan, dan akupun tak mau dikendalikan... aku tak bisa membedakan sedikitpun ,apa itu isyarat suara iblis atau malaikat yang mengunjungi mimpiku semalam, terlalu abstrak. . . .

Aku dan kamu bagai rangkaian robot abu robocon, meski tersusun dari berbagai macam kabel warna yang rumit, tapi kita punya 1 tujuan: mengaktifkan semua komponen yang kita punya yakni RASA.
Bagaimana kita bertemu tak bisa diukur dengan voltase apapun, ukuran kilomegawatt, omega bahkan arus ACDC bolak-balik. kita adalah sepasang bilangan biner 1 dan 0 yang jika dibagi tak akan pernah bisa terbatas.

Dan aku berterimakasih pada Rabb ku yang telah menegur dengan halus, :) sangat halus. . . terlalu halus untuk ukuran seorang hambaNya yang selalu ingkar. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar