Selasa, 28 Februari 2012

Change

           Aku hanya tertunduk menangis dan mengakhirinya, berharap semuanya kembali normal setelah kita sama-sama mampu berfikir dengan jernih. Ternyata harapanku tidak sesuai dengan kenyataan. Yah setelah aku mengetahui semuanya ,aku memutuskan untuk pulang. Aku tak bisa lagi menahannya ,menahan kesepian sendirian karena terbiasa dengan kehadirannya. Lagu-lagu yang sering di senandungkannya terdengar cukup peka ,aku juga sangat senang mengikutinya bersenandung. Hampir setiap harinya kulalui dengan bayang sosoknya. Terbiasa. Sifat egoisnya tampak juga melekat padaku, aku hampir seperti hidup di bawah bayang-bayangnya. Aku juga tak akan mencari yang lebih baik lagi. Aku hanya ingin berpijak dan tersadar bahwa ini adalah dunia yang memang harus ku hadapi. Karena mungkin memang takdirku tumbuh menjadi gadis ceria namun menyimpan banyak kesedihan. Di balik semua keceriaanku aku memendam banyak sekali kekecewaan terhadap diriku yang begitu tolol. Akhirnya aku harus kehilangan . begitu kurindukan kehadirannya ..

Harusnya aku bahagia mendapat pesan lewat facebook malam ini ,namun mengapa aku harus menangis histeris membaca isi pesannya ? mengapa kau biarkan aku jatuh lagi ? mengapa ? jelaskan padaku mengapa ? 
Padahal semenjak aku mengenalnya setahun lalu entah seperti ada kekuatan hebat di balik sorot matanya yang membuatku tak berdaya jika berada di dekatnya. Belum pernah ku rasakan perasaan istimewa terhadap lawan jenis . Sampai detik ini aku masih tak habis pikir, beribu cara ku gencarkan untuk meleburkan segala perbedaan itu, begitu pula aku mencoba untuk menyesuaikan segala kondisinya. Semua orang berkata bahwa aku terlalu baik untuknya. Seharusnya ku cari laki-laki lain yang lebih pantas untuk menemaniku dan menjadi pasanganku. Namun bagiku tak ada laki-laki yang lebih ku inginkan di banding dia. Begitu banyak bisikan nyinyir tentang aku dan dirinya. Semua orang ,aku hanya menjawab semua pertanyaan mereka dengan kalimat, “ kalian belum mengenalnya”. Selama ini dia pikir aku tak mau membagi masalahku dengannya karena memang selama ini aku menyembunyikannya. Awalnya aku hanya tidak ingin menjadi beban pikirannya. Aku tak ingin dia melihatku sedih,sakit bahkan tertekan. Ice cream ,jika aku selalu memintanya untuk membeli ice cream  tanpa menyadari alasanku menyantapnya. Harusnya dia menyadarinya,semenjak bersamanya aku tidak lagi terlalu banyak memakan ice cream. Dia bagaikan ice cream bagiku,jika boleh .. selamanya aku ingin bersamanya agar tak ada lagi ice cream yang masuk ke dalam mulutku. Ku tunggu dia hingga dia mengerti apa keinginanku ..
Aku tau konsekuensinya semenjak aku memutuskan untuk bersamanya dan saat ini aku hanya mampu berdiam,banyak hal yang menggoda pikiranku saat ini. Kemarin aku pergi dengan perasaan campur aduk membayangkan semua kejadian hari itu, jika Tuhan memberikan umur yang cukup panjang dan aku tak lagi bertemu dengannya .. dia yang mengisi hari-hariku selama setahun lebih .. ada rasa sedih yang mendalam tentang situasi sekarang, ketika semuanya telah berubah. Begitu pahit. 
Boleh tidak aku menanyakan satu hal kepadamu ? tolong jelaskan kepadaku mengapa harus aku yang mengalami semua ini ? muak rasanya aku harus bersinggungan dengan ini. Aku punya hati yang menginginkan hal manis bagi hidupku, aku punya hati yang merindukan kedamaian bukan terpaan rasa sakit yang membuat batinku ikut merasakannya. Hupfff .. saat perubahan pada dirimu terlihat semakin nyata yang bisa ku lakukan hanya sedikit mengerti akan keadaanmu setidaknya aku tak ingin semakin membawa kesedihan di raut wajahmu. Ku coba sebisaku mengguratkan senyuman di wajahmu. Namun rasa penasaranku untuk mengetahui sudah tak terbendung walaupun konsekuensi akan rasa takut ditinggalkan. Toh pada akhirnya memang begitu. 
Ingin rasanya bertemu meski hanya sebentar untuk mengucapkan rasa terimakasihku untuk hari-hari berharga yang ku lalui bersamanya. Ingin rasanya bercerita bahwa hidupku menyenangkan bersamanya. Ingin rasanya mencari tahu dari mulutnya adakah ‘Fifi-Fifi’ lainnya kini di hidupnya ? Ingin rasanya berbisik di telinganya mengatakan, “ Aku mencintaimu..sangat mencintai”. Aku bergumam lirih dalam nyanyian kecil saat membayangkan cara menemuinya. Ku buka catatan bait lirik lagu yang menceritakan sosoknya. Yang ku persembahkan instrument lagu itu untuk mengungkapkan terimakasih tak terhinggaku. Ku pejamkan mata mencoba berkonsentrasi mengingat wajahnya sambil berbisik dalam kepalaku, “Walau masih sekedar instrument, yang harusnya aku nyanyikan tiap bait liriknya karena belum cukup danaku untuk merekamnya namun ku dedikasikan untukmu....”Tersenyum lepas ku hembuskan nafas lega, semoga dia bisa mendengarnya..semoga dia bisa mngerti walau sekali, cukup satu kali saja.  Lagu yang ku beri judul “Ksatria November” , butuh konsentrasi penuh untuk menulis tiap baitnya membayangkan sesosoknya dan karena sebenarnya aku masih saja ke berharap dia datang menemaniku bersama-sama menyanyikan lagu ini, tak ada salahnya bukan ? Seorang manusia sepertiku menaruh harapan pada sesuatu yang mungkin tidak bisa ku dapatkan atau entahlah. 
Tak akan pernah kau sadari
Tlah terbentuk sebuah hati
Di suatu kota di suatu tempat
Di bulan itu .. November penuh kisah


Dalam lirik ini masih ku berharap dia benar-benar ada disampingku lagi memberikan semngat khasnya yang tak pernah bisa luntur dari kenanganku. Ku nyanyikan sepenuh hati hanya agar dia tahu betapa kuatnya ingatanku akan sosoknya yang benar-benar egois,menyebalkan dan selalu memberikanku sebuah debar yang mampu membuat hari-hari di hidupku di penuhi warna pelangi yang menyenangkan. Ku nyanyikan lagi lirik selanjutnya dengan penuh konsentrasi.

Sejak di awal bulan itu ,kau menyapaku
Tersipu malu menatapmu

Aku dapat merasakan mataku yang menghangat karena airmata..tak mengapa,setidaknya dengan tulus ku coba persembahkan karya ini untuknya.

November..November menghadirkan ksatria november untukku
Layaknya sebuah dongeng penuh makna

Selanjutnya adalah part yang paling kusuka, menyanyikan sepetik lagu. Lagu yang ku coba ciptakan sendiri.

Oh rain forest make me so brightly
November..November..November
I’m in love with you
Everything is so special with you

Mungkin dengan begini aku yang kehilangan bisa sedikit terobati. Kini aku tahu mengapa hatiku terasa begitu sepi,mungkin bisa saja ini ku sebut sebagai sebuah awal dari kehidupanku yang sebenarnya,tak ada warna abu dan hitam,semua warna pelangi terkandung di dalamnya. Aku siap menjalani kisahku yang tak bisa ku bayangkan bagaimana lekuknya nanti. 
Mungkin kau sudah jengah dengan tingkahku yang selalu ku perlihatkan padamu. Kau menjadi bagian hidupku selama hampir setahun lebih ini. Cukup banyak hal yang bisa ku ingat jika ku luangkan waktuku hanya untuk sekedar melihat album foto kita. Banyak hal yang membuatku malu karena mungkin aku terlalu banyak berbuat salah dan jahat padamu. Aku malu mengetahui betapa kekanakkannya diriku yang seharusnya sikapku tak seperti itu. Aku belum sepenuhnya menjadi perempuan dewasa. Secara fisik mungkin terlihat sangat dewasa namun secara sikap aku masih saja merasa sangat kekanakkan. Namun ada yang berbeda dari cara pandangku. Kini, sebisa mungkin ku nikmati semua proses yang terjadi dalam kisah hidupku. Tuhan mungkin memang menuliskan jalan hidup bagiku, tapi Dia masih memberiku kesempatan untuk menjalaninya sesuai inginku. Jika aku terjatuh terperosok hingga tak mampu lagi bangkit, itu semua salahku.. bukan salah sapapun. 
Semuanya berangsur menghilang, aku merindukan masa-masa itu. Mungkin suatu saat masa-masa itu akan datang seperti dulu lagi. Aku ingin menikmatinya dengan baik hingga lekang dalam kepalaku semua warna yang sedang kunikmati. Mungkin nanti ada masa dimana akhirnya aku kembali sendiri tanpa di dampingi siapapun,mencoba merangkai kisah hidupku dan aku sangat berharap..saat itu kau mau kembali setia mendampingiku. Untuk kali ini ku ijinkan kau beristirahat dalam waktu yang tak bisa ku ketahui dan ku tentukan. Yakinkan aku kembali jika kau memang benar adanya ..

Aku yang begitu mencintaimu ..





Aku yang bahagia bisa menjadi wanitamu ..
EI


2 komentar:

  1. I'll keep waiting for you again ... even though it is not possible ... but I'm sure .. thought this is the best weapon to reduce the tears ...

    BalasHapus